Agustus 1957 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sura – Sapar 1889 Wawu. Tanggal 1 Agustus jatuh pada Kamis Pon (neptu 15), atau 5 Sura 1889. Bulan Sapar dimulai Selasa Wage, 27 Agustus.

‹

Agustus 1957Sura – Sapar 1889 Wawu

›
Kalender Agustus 1957 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Agustus 1957

  1. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 12 Agustus 1957.

  2. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 22 Agustus 1957.

  3. Awal bulan Sapar 1889

    Tanggal 1 Sapar jatuh pada Selasa Wage.

Weton setiap tanggal di Agustus 1957

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Kamis Pon155 Sura 1889
Jumat Wage106 Sura 1889
Sabtu Kliwon177 Sura 1889
Minggu Legi108 Sura 1889
Senin Pahing139 Sura 1889
Selasa Pon1010 Sura 1889
Rabu Wage1111 Sura 1889
Kamis Kliwon1612 Sura 1889
Jumat Legi1113 Sura 1889
Sabtu Pahing1814 Sura 1889
Minggu Pon1215 Sura 1889
Senin Wage816 Sura 1889
Selasa Kliwon1117 Sura 1889
Rabu Legi1218 Sura 1889
Kamis Pahing1719 Sura 1889
Jumat Pon1320 Sura 1889
Sabtu Wage1321 Sura 1889
Minggu Kliwon1322 Sura 1889
Senin Legi923 Sura 1889
Selasa Pahing1224 Sura 1889
Rabu Pon1425 Sura 1889
Kamis Wage1226 Sura 1889
Jumat Kliwon1427 Sura 1889
Sabtu Legi1428 Sura 1889
Minggu Pahing1429 Sura 1889
Senin Pon1130 Sura 1889
Selasa Wage71 Sapar 1889
Rabu Kliwon152 Sapar 1889
Kamis Legi133 Sapar 1889
Jumat Pahing154 Sapar 1889
Sabtu Pon165 Sapar 1889

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.