Agustus 1986 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sela – Besar 1918 Je. Tanggal 1 Agustus jatuh pada Jumat Kliwon (neptu 14), atau 25 Sela 1918. Bulan Besar dimulai Kamis Legi, 7 Agustus.

‹

Agustus 1986Sela – Besar 1918 Je

›
Kalender Agustus 1986 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Agustus 1986

  1. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 31 Juli 1986.

  2. Awal bulan Besar 1918

    Tanggal 1 Besar jatuh pada Kamis Legi.

  3. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 25 Agustus 1986.

Weton setiap tanggal di Agustus 1986

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Jumat Kliwon1425 Sela 1918
Sabtu Legi1426 Sela 1918
Minggu Pahing1427 Sela 1918
Senin Pon1128 Sela 1918
Selasa Wage729 Sela 1918
Rabu Kliwon1530 Sela 1918
Kamis Legi131 Besar 1918
Jumat Pahing152 Besar 1918
Sabtu Pon163 Besar 1918
Minggu Wage94 Besar 1918
Senin Kliwon125 Besar 1918
Selasa Legi86 Besar 1918
Rabu Pahing167 Besar 1918
Kamis Pon158 Besar 1918
Jumat Wage109 Besar 1918
Sabtu Kliwon1710 Besar 1918
Minggu Legi1011 Besar 1918
Senin Pahing1312 Besar 1918
Selasa Pon1013 Besar 1918
Rabu Wage1114 Besar 1918
Kamis Kliwon1615 Besar 1918
Jumat Legi1116 Besar 1918
Sabtu Pahing1817 Besar 1918
Minggu Pon1218 Besar 1918
Senin Wage819 Besar 1918
Selasa Kliwon1120 Besar 1918
Rabu Legi1221 Besar 1918
Kamis Pahing1722 Besar 1918
Jumat Pon1323 Besar 1918
Sabtu Wage1324 Besar 1918
Minggu Kliwon1325 Besar 1918

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.