April 1945 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Bakda Mulud – Jumadilawal 1876 Ehe. Tanggal 1 April jatuh pada Minggu Pon (neptu 12), atau 18 Bakda Mulud 1876. Bulan Jumadilawal dimulai Jumat Kliwon, 13 April.

‹

April 1945Bakda Mulud – Jumadilawal 1876 Ehe

›
Kalender April 1945 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di April 1945

  1. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 2 April 1945.

  2. Awal bulan Jumadilawal 1876

    Tanggal 1 Jumadilawal jatuh pada Jumat Kliwon.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 12 April 1945.

Weton setiap tanggal di April 1945

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Minggu Pon1218 Bakda Mulud 1876
Senin Wage819 Bakda Mulud 1876
Selasa Kliwon1120 Bakda Mulud 1876
Rabu Legi1221 Bakda Mulud 1876
Kamis Pahing1722 Bakda Mulud 1876
Jumat Pon1323 Bakda Mulud 1876
Sabtu Wage1324 Bakda Mulud 1876
Minggu Kliwon1325 Bakda Mulud 1876
Senin Legi926 Bakda Mulud 1876
Selasa Pahing1227 Bakda Mulud 1876
Rabu Pon1428 Bakda Mulud 1876
Kamis Wage1229 Bakda Mulud 1876
Jumat Kliwon141 Jumadilawal 1876
Sabtu Legi142 Jumadilawal 1876
Minggu Pahing143 Jumadilawal 1876
Senin Pon114 Jumadilawal 1876
Selasa Wage75 Jumadilawal 1876
Rabu Kliwon156 Jumadilawal 1876
Kamis Legi137 Jumadilawal 1876
Jumat Pahing158 Jumadilawal 1876
Sabtu Pon169 Jumadilawal 1876
Minggu Wage910 Jumadilawal 1876
Senin Kliwon1211 Jumadilawal 1876
Selasa Legi812 Jumadilawal 1876
Rabu Pahing1613 Jumadilawal 1876
Kamis Pon1514 Jumadilawal 1876
Jumat Wage1015 Jumadilawal 1876
Sabtu Kliwon1716 Jumadilawal 1876
Minggu Legi1017 Jumadilawal 1876
Senin Pahing1318 Jumadilawal 1876

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.