April 1966 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Besar 1897 Wawu – Sura 1898 Jimakir. Tanggal 1 April jatuh pada Jumat Pon (neptu 13), atau 10 Besar 1897. Bulan Sura dimulai Kamis Pon, 21 April.

‹

April 1966Besar 1897 Wawu – Sura 1898 Jimakir

›
Kalender April 1966 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di April 1966

  1. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 7 April 1966.

  2. Tahun baru Jawa, 1 Sura 1898 Jimakir

    Malam 1 Sura (malam Suro) jatuh pada Rabu malam, 20 April 1966.

Weton setiap tanggal di April 1966

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Jumat Pon1310 Besar 1897
Sabtu Wage1311 Besar 1897
Minggu Kliwon1312 Besar 1897
Senin Legi913 Besar 1897
Selasa Pahing1214 Besar 1897
Rabu Pon1415 Besar 1897
Kamis Wage1216 Besar 1897
Jumat Kliwon1417 Besar 1897
Sabtu Legi1418 Besar 1897
Minggu Pahing1419 Besar 1897
Senin Pon1120 Besar 1897
Selasa Wage721 Besar 1897
Rabu Kliwon1522 Besar 1897
Kamis Legi1323 Besar 1897
Jumat Pahing1524 Besar 1897
Sabtu Pon1625 Besar 1897
Minggu Wage926 Besar 1897
Senin Kliwon1227 Besar 1897
Selasa Legi828 Besar 1897
Rabu Pahing1629 Besar 1897
Kamis Pon151 Sura 1898
Jumat Wage102 Sura 1898
Sabtu Kliwon173 Sura 1898
Minggu Legi104 Sura 1898
Senin Pahing135 Sura 1898
Selasa Pon106 Sura 1898
Rabu Wage117 Sura 1898
Kamis Kliwon168 Sura 1898
Jumat Legi119 Sura 1898
Sabtu Pahing1810 Sura 1898

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.