Desember 2006 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sela – Besar 1939 Alip. Tanggal 1 Desember jatuh pada Jumat Pahing (neptu 15), atau 10 Sela 1939. Bulan Besar dimulai Jumat Pon, 22 Desember.

‹

Desember 2006Sela – Besar 1939 Alip

›
Kalender Desember 2006 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Desember 2006

  1. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 18 Desember 2006.

  2. Awal bulan Besar 1939

    Tanggal 1 Besar jatuh pada Jumat Pon.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 28 Desember 2006.

Weton setiap tanggal di Desember 2006

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Jumat Pahing1510 Sela 1939
Sabtu Pon1611 Sela 1939
Minggu Wage912 Sela 1939
Senin Kliwon1213 Sela 1939
Selasa Legi814 Sela 1939
Rabu Pahing1615 Sela 1939
Kamis Pon1516 Sela 1939
Jumat Wage1017 Sela 1939
Sabtu Kliwon1718 Sela 1939
Minggu Legi1019 Sela 1939
Senin Pahing1320 Sela 1939
Selasa Pon1021 Sela 1939
Rabu Wage1122 Sela 1939
Kamis Kliwon1623 Sela 1939
Jumat Legi1124 Sela 1939
Sabtu Pahing1825 Sela 1939
Minggu Pon1226 Sela 1939
Senin Wage827 Sela 1939
Selasa Kliwon1128 Sela 1939
Rabu Legi1229 Sela 1939
Kamis Pahing1730 Sela 1939
Jumat Pon131 Besar 1939
Sabtu Wage132 Besar 1939
Minggu Kliwon133 Besar 1939
Senin Legi94 Besar 1939
Selasa Pahing125 Besar 1939
Rabu Pon146 Besar 1939
Kamis Wage127 Besar 1939
Jumat Kliwon148 Besar 1939
Sabtu Legi149 Besar 1939
Minggu Pahing1410 Besar 1939

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.