Waskita Beton Incar Kontrak Baru Rp10,4 Triliun Tahun Ini


pancawara.com – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menargetkan dapat memperoleh kontrak baru pada tahun ini sebesar Rp 10,39 triliun, naik 58 persen dibanding target tahun lalu sebesar Rp6,56 triliun.

“Pada 2019, WSBP menargetkan laba naik sekitar 10 persen dibandingkan 2018. Perusahaan juga menargetkan nilai kontrak baru 2019 sebesar Rp 10,39 triliun, baik dari proyek internal maupun eksternal,” ujar Direktur Utama WSBP Jarot Subana dalam keterangan resmi, Rabu (2/1).

Pada Januari 2019, menurut dia, terdapat potensi nilai kontrak baru mencapai sekitar Rp 2 triliun. Kontrak baru tersebut berasal dari pekerjaan tambahan proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Cibitung-Cilincing, Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), dan proyek lainnya.

Hingga pertengahan Desember 2018, total kontrak baru yang berhasil dibukukan perusahaan mencapai Rp 6,51 triliun atau 99,2 persen dari target. Arus kas perusahaan juga tercatat surplus pada akhir tahun lalu mencapai Rp1,1 triliun, lebih baik dibanding akhir 2017 dan 2016 yang mengalami minus masing-masing Rp2,4 triliun dan Rp3 triliun.

“Pada 2018, arus kas dari operasional perusahaan surplus. Penerimaan termin yang sudah masuk mencapai Rp 9,8 triliun, lalu kami terima lagi sampai akhir 2018 sebesar Rp 1,6 triliun. Jadi, totalnya sekitar Rp 11,4 triliun,” ungkap Direktur Keuangan WSBP Anton YT Nugroho.

Saat ini, perusahaan telah menuntaskan proyek Tol Becakayu yang merupakan proyek turnkey (kontrak terima jadi) pertama perseroan. Proyek turnkey memiliki margin yang lebih besar dibandingkan non-turnkey. Namun, sebagai kompensasi, kontraktor harus siap pendanaan sampai proyek selesai.

WSBP masih menyisakan proyek turnkey Cimanggis-Cibitung. Pembayaran termin untuk proyek ini akan terealisasi pada 2019 dengan pembayaran termin sebesar Rp 2,6 triliun. Adapun rasio posisi utang berbunga terhadap modal perusahaan masih sebesar 0,77 kali, masih jauh dari batas yang ditentukan sebesar 2,5 kali. (agi)

Sumber : https://www.cnnindonesia.com