Januari 2037 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sela – Besar 1970 Jimakir. Tanggal 1 Januari jatuh pada Kamis Legi (neptu 13), atau 14 Sela 1970. Bulan Besar dimulai Minggu Pon, 18 Januari.

‹

Januari 2037Sela – Besar 1970 Jimakir

›
Kalender Januari 2037 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Januari 2037

  1. Awal bulan Besar 1970

    Tanggal 1 Besar jatuh pada Minggu Pon.

  2. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 19 Januari 2037.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 29 Januari 2037.

Weton setiap tanggal di Januari 2037

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Kamis Legi1314 Sela 1970
Jumat Pahing1515 Sela 1970
Sabtu Pon1616 Sela 1970
Minggu Wage917 Sela 1970
Senin Kliwon1218 Sela 1970
Selasa Legi819 Sela 1970
Rabu Pahing1620 Sela 1970
Kamis Pon1521 Sela 1970
Jumat Wage1022 Sela 1970
Sabtu Kliwon1723 Sela 1970
Minggu Legi1024 Sela 1970
Senin Pahing1325 Sela 1970
Selasa Pon1026 Sela 1970
Rabu Wage1127 Sela 1970
Kamis Kliwon1628 Sela 1970
Jumat Legi1129 Sela 1970
Sabtu Pahing1830 Sela 1970
Minggu Pon121 Besar 1970
Senin Wage82 Besar 1970
Selasa Kliwon113 Besar 1970
Rabu Legi124 Besar 1970
Kamis Pahing175 Besar 1970
Jumat Pon136 Besar 1970
Sabtu Wage137 Besar 1970
Minggu Kliwon138 Besar 1970
Senin Legi99 Besar 1970
Selasa Pahing1210 Besar 1970
Rabu Pon1411 Besar 1970
Kamis Wage1212 Besar 1970
Jumat Kliwon1413 Besar 1970
Sabtu Legi1414 Besar 1970

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.