Juli 1989 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sela – Besar 1921 Wawu. Tanggal 1 Juli jatuh pada Sabtu Kliwon (neptu 17), atau 27 Sela 1921. Bulan Besar dimulai Rabu Wage, 5 Juli.

‹

Juli 1989Sela – Besar 1921 Wawu

›
Kalender Juli 1989 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Juli 1989

  1. Awal bulan Besar 1921

    Tanggal 1 Besar jatuh pada Rabu Wage.

  2. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 10 Juli 1989.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 20 Juli 1989.

Weton setiap tanggal di Juli 1989

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Sabtu Kliwon1727 Sela 1921
Minggu Legi1028 Sela 1921
Senin Pahing1329 Sela 1921
Selasa Pon1030 Sela 1921
Rabu Wage111 Besar 1921
Kamis Kliwon162 Besar 1921
Jumat Legi113 Besar 1921
Sabtu Pahing184 Besar 1921
Minggu Pon125 Besar 1921
Senin Wage86 Besar 1921
Selasa Kliwon117 Besar 1921
Rabu Legi128 Besar 1921
Kamis Pahing179 Besar 1921
Jumat Pon1310 Besar 1921
Sabtu Wage1311 Besar 1921
Minggu Kliwon1312 Besar 1921
Senin Legi913 Besar 1921
Selasa Pahing1214 Besar 1921
Rabu Pon1415 Besar 1921
Kamis Wage1216 Besar 1921
Jumat Kliwon1417 Besar 1921
Sabtu Legi1418 Besar 1921
Minggu Pahing1419 Besar 1921
Senin Pon1120 Besar 1921
Selasa Wage721 Besar 1921
Rabu Kliwon1522 Besar 1921
Kamis Legi1323 Besar 1921
Jumat Pahing1524 Besar 1921
Sabtu Pon1625 Besar 1921
Minggu Wage926 Besar 1921
Senin Kliwon1227 Besar 1921

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.