Juni 1953 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Pasa – Sawal 1884 Ehe. Tanggal 1 Juni jatuh pada Senin Legi (neptu 9), atau 19 Pasa 1884. Bulan Sawal dimulai Sabtu Pon, 13 Juni.

‹

Juni 1953Pasa – Sawal 1884 Ehe

›
Kalender Juni 1953 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Juni 1953

  1. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 4 Juni 1953.

  2. Awal bulan Sawal (Bakda)

    Hari raya menurut hitungan Jawa. Idulfitri resmi ditetapkan pemerintah dan bisa berbeda satu hari.

  3. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 29 Juni 1953.

Weton setiap tanggal di Juni 1953

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Senin Legi919 Pasa 1884
Selasa Pahing1220 Pasa 1884
Rabu Pon1421 Pasa 1884
Kamis Wage1222 Pasa 1884
Jumat Kliwon1423 Pasa 1884
Sabtu Legi1424 Pasa 1884
Minggu Pahing1425 Pasa 1884
Senin Pon1126 Pasa 1884
Selasa Wage727 Pasa 1884
Rabu Kliwon1528 Pasa 1884
Kamis Legi1329 Pasa 1884
Jumat Pahing1530 Pasa 1884
Sabtu Pon161 Sawal 1884
Minggu Wage92 Sawal 1884
Senin Kliwon123 Sawal 1884
Selasa Legi84 Sawal 1884
Rabu Pahing165 Sawal 1884
Kamis Pon156 Sawal 1884
Jumat Wage107 Sawal 1884
Sabtu Kliwon178 Sawal 1884
Minggu Legi109 Sawal 1884
Senin Pahing1310 Sawal 1884
Selasa Pon1011 Sawal 1884
Rabu Wage1112 Sawal 1884
Kamis Kliwon1613 Sawal 1884
Jumat Legi1114 Sawal 1884
Sabtu Pahing1815 Sawal 1884
Minggu Pon1216 Sawal 1884
Senin Wage817 Sawal 1884
Selasa Kliwon1118 Sawal 1884

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.