Juni 1960 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Besar 1891 Alip – Sura 1892 Ehe. Tanggal 1 Juni jatuh pada Rabu Pon (neptu 14), atau 6 Besar 1891. Bulan Sura dimulai Sabtu Pahing, 25 Juni.

‹

Juni 1960Besar 1891 Alip – Sura 1892 Ehe

›
Kalender Juni 1960 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Juni 1960

  1. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 2 Juni 1960.

  2. Tahun baru Jawa, 1 Sura 1892 Ehe

    Malam 1 Sura (malam Suro) jatuh pada Jumat malam, 24 Juni 1960.

  3. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 27 Juni 1960.

Weton setiap tanggal di Juni 1960

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Rabu Pon146 Besar 1891
Kamis Wage127 Besar 1891
Jumat Kliwon148 Besar 1891
Sabtu Legi149 Besar 1891
Minggu Pahing1410 Besar 1891
Senin Pon1111 Besar 1891
Selasa Wage712 Besar 1891
Rabu Kliwon1513 Besar 1891
Kamis Legi1314 Besar 1891
Jumat Pahing1515 Besar 1891
Sabtu Pon1616 Besar 1891
Minggu Wage917 Besar 1891
Senin Kliwon1218 Besar 1891
Selasa Legi819 Besar 1891
Rabu Pahing1620 Besar 1891
Kamis Pon1521 Besar 1891
Jumat Wage1022 Besar 1891
Sabtu Kliwon1723 Besar 1891
Minggu Legi1024 Besar 1891
Senin Pahing1325 Besar 1891
Selasa Pon1026 Besar 1891
Rabu Wage1127 Besar 1891
Kamis Kliwon1628 Besar 1891
Jumat Legi1129 Besar 1891
Sabtu Pahing181 Sura 1892
Minggu Pon122 Sura 1892
Senin Wage83 Sura 1892
Selasa Kliwon114 Sura 1892
Rabu Legi125 Sura 1892
Kamis Pahing176 Sura 1892

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.