Juni 1990 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sela – Besar 1922 Jimakir. Tanggal 1 Juni jatuh pada Jumat Kliwon (neptu 14), atau 8 Sela 1922. Bulan Besar dimulai Minggu Pon, 24 Juni.

‹

Juni 1990Sela – Besar 1922 Jimakir

›
Kalender Juni 1990 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Juni 1990

  1. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 31 Mei 1990.

  2. Awal bulan Besar 1922

    Tanggal 1 Besar jatuh pada Minggu Pon.

  3. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 25 Juni 1990.

Weton setiap tanggal di Juni 1990

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Jumat Kliwon148 Sela 1922
Sabtu Legi149 Sela 1922
Minggu Pahing1410 Sela 1922
Senin Pon1111 Sela 1922
Selasa Wage712 Sela 1922
Rabu Kliwon1513 Sela 1922
Kamis Legi1314 Sela 1922
Jumat Pahing1515 Sela 1922
Sabtu Pon1616 Sela 1922
Minggu Wage917 Sela 1922
Senin Kliwon1218 Sela 1922
Selasa Legi819 Sela 1922
Rabu Pahing1620 Sela 1922
Kamis Pon1521 Sela 1922
Jumat Wage1022 Sela 1922
Sabtu Kliwon1723 Sela 1922
Minggu Legi1024 Sela 1922
Senin Pahing1325 Sela 1922
Selasa Pon1026 Sela 1922
Rabu Wage1127 Sela 1922
Kamis Kliwon1628 Sela 1922
Jumat Legi1129 Sela 1922
Sabtu Pahing1830 Sela 1922
Minggu Pon121 Besar 1922
Senin Wage82 Besar 1922
Selasa Kliwon113 Besar 1922
Rabu Legi124 Besar 1922
Kamis Pahing175 Besar 1922
Jumat Pon136 Besar 1922
Sabtu Wage137 Besar 1922

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.