Juni 1993 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Besar 1925 Jimawal – Sura 1926 Je. Tanggal 1 Juni jatuh pada Selasa Legi (neptu 8), atau 10 Besar 1925. Bulan Sura dimulai Senin Legi, 21 Juni.

‹

Juni 1993Besar 1925 Jimawal – Sura 1926 Je

›
Kalender Juni 1993 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Juni 1993

  1. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 14 Juni 1993.

  2. Tahun baru Jawa, 1 Sura 1926 Je

    Malam 1 Sura (malam Suro) jatuh pada Minggu malam, 20 Juni 1993.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 24 Juni 1993.

Weton setiap tanggal di Juni 1993

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Selasa Legi810 Besar 1925
Rabu Pahing1611 Besar 1925
Kamis Pon1512 Besar 1925
Jumat Wage1013 Besar 1925
Sabtu Kliwon1714 Besar 1925
Minggu Legi1015 Besar 1925
Senin Pahing1316 Besar 1925
Selasa Pon1017 Besar 1925
Rabu Wage1118 Besar 1925
Kamis Kliwon1619 Besar 1925
Jumat Legi1120 Besar 1925
Sabtu Pahing1821 Besar 1925
Minggu Pon1222 Besar 1925
Senin Wage823 Besar 1925
Selasa Kliwon1124 Besar 1925
Rabu Legi1225 Besar 1925
Kamis Pahing1726 Besar 1925
Jumat Pon1327 Besar 1925
Sabtu Wage1328 Besar 1925
Minggu Kliwon1329 Besar 1925
Senin Legi91 Sura 1926
Selasa Pahing122 Sura 1926
Rabu Pon143 Sura 1926
Kamis Wage124 Sura 1926
Jumat Kliwon145 Sura 1926
Sabtu Legi146 Sura 1926
Minggu Pahing147 Sura 1926
Senin Pon118 Sura 1926
Selasa Wage79 Sura 1926
Rabu Kliwon1510 Sura 1926

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.