Cahaya Uban


pancawara.com – Di usia ini semakin banyak uban yang bermunculan, itulah cahaya seorang Muslim seperti yang disebutkan dalam hadits:

مَنْ شَابَ شَيْنَةً فِي ٱلْإِسْلَامِ كَانَتْ لَهُ نُوْرًا

Barangsiapa yang berambut uban dalam keadaan Islam, rambut itu akan menjadi cahaya baginya.”

Kami telah mendengar bahwa yang pertama kali beruban adalah Nabi Ibrahim AS, ketika beliau melihat uban beliau bertanya: “Wahai Tuhan, apakah ini? Tuhannya menjawab: “Itu adalah merupakan tanda kewibawaan,” Ia berkata: “Wahai Tuhan, tambahkanlah untukku.”

Rambut putih merupakan pengingat seseorang akan dekatnya ajal, pelipat hamparan angan-angan, penyeru dekatnya waktu keberangkatan dan cepatnya perpindahan, dikatakan: “Rambut putih adalah pertanda dekatnya ajal dan penolak angan-angan.”

Juga dikatakan: “Betapa buruknya melakukan kemaksiatan bila rambut telah beruban.”

Ibnu Nabata berkata: “Ketahuilah bahwa uban adalah celah kehidupan yang tidak dapat ditambal dan tidak dapat dibenahi kerusakannya oleh zaman, dialah cahaya yang muncul di atas rambut yang akan mengantar orang-orang ke tempat tumpukan tulang belulang, maka janganlah kalian membakar cahaya uban kalian dengan api dosa kalian.”

ﻭَٱللّٰهُ أَﻋْﻠَﻢُ بِٱﻟﺼَّﻮَٱﺏِ.

Sumber Kitab : Sabilul Iddikar Wal I’tibar Bima Yamurru Bil Insan Waa Yanqadhi Lahu Minal A’mar Karya Al-Imam Al-Qutb Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad