Nasihat Habib Hanif Alathos Dalam Acara Haul Alhabib Umar bin Abdurrahman Alathos


pancawara.com – Majelis Ta’lim Darul Musthofa yang di Pimpin oleh Habib Muhammad Alathos (Habib Muhammad Aceh) menggelar Haul Alhabib Umar bin Abdurrahman Alathos Sohiburatib di Yayasan Darul Mustofa, Condet, Jakarta Timur (31/12/2019).

Hadir juga beberapa Habaib, Ulama dan tokoh-tokoh Nasional lainnya, diantaranya Habib Hasyim bin Muhammad Alhamid (Cucu Habib Sholeh Tanggul), Ustadz Haikal Hasan dan Ketua GNPF MUI Yusuf Martak dan masih banyak juga tamu dari kalangan Habaib, Masyaikh serta Ulama yang hadir di acara tersebut.

Acara Haul ini sendiri merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahunnya untuk mengenang dan meneladani sifat-sifat tauladan dan pribadi dari Alhabib Umar bin Abdurrahman Alathos. Habib Umar bin Abdurrahman Alathos sendiri merupakan seorang ulama terkemuka dan wali besar di kota Huraidoh, Hadhramaut – Yaman, yang merupakan pengasas Ratib Al-Attas yang banyak dari orang indonesia yang rutin setiap ba’da maghrib mengamalkan bacaan Ratib Al-Attas tersebut.

Managib (Kisah) dari Habib Umar bin Abdurrahman Alathos dibacakan oleh Habib Achmad bin Muchdar Alathos (Pimpinan Majelis Ta’lim Al-Bahjah).

Dalam Tausiyahnya, Habib Hanif Alathos mewakili dari tuan rumah acara haul dan juga Ketua Umum Front Santri Indonesia tersebut bukan hanya merefleksikan sifat-sifat mulai dari Habib Umar bin Abdurrahman Alathos tetapi juga menekankan pentingnya menjaga diri dari hal-hal yang Haram, pun demikian yang Syubhat.

“Salah satu sifat yang paling menonjol dari Habib Umar bin Abdurrahman Alathos adalah Al-Waro, bagaimana beliau begitu menjaga tidak ada sesuatupun yang masuk ke perut beliau dan anak-anak beliau kecuali yang betul-betul halal, tidak ada yang haram bahkan yang syubhatpun tidak ada saudara” ujar Habib Hanif Alathos dalam tausiyahnya.

Dengan mengutip dari Kitab Al-Qirthas karangan Alhabib Ali bin Hasan Alathos yang menjelaskan bagaimana sikap Habib Umar bin Abdurrahman Alathos semasa hidupnya. 

“Diceritakan bahwasanya ada salah satu Sulthan (Presiden) dari Keluarga Al Katiri datang ke Huraidoh ingin bertemu dengan Habib Umar bin Abdurrahman Alathos. Ketika ingin masuk ke Huraidoh si Sulthan meminta izin terlebih dahulu melalui ajudan nya yang diutus untuk ke Habib Umar bin Abdurrahman Alathos. Namun, Habib Umar bin Abdurahman Alathos menolaknya dan memilih untuk mendatangi si Sulthan dengan pertimbangan bahwa jika si Sulthan yang datang ke Huraidoh pasukan pengawalnya banyak dan takut merepotkan warga sekitar”. Habib Hanif Alathos menjelaskan.

“Habib Umar bin Abdurahman Alathos lantas mempersiapkan kopi sebagai perbekalan dan jamuan berkunjung kepada Sulthan. Lalu Habib Umar meminta salah satur muridnya menyiapkan bara api untuk menyalakan bukhur”.

Lalu muridnya bertanya: “Ya Habib Umar, kenapa mesti bawa bara api sedangkan Sulthan juga punya? Habib Umar menjawab: “Saya tidak mau memakai bara api punya Sulthan, sebab di dalamnya terdapat uang rakyat”. Lanjut Habib Hanif Alathos dalam tausiyahnya.

Agar terciptanya hubungan yang baik antara Umaro dan Ulama, maka Ulama harus bisa menjaga diri dari sesuatu yang Haram maupun yang Syubhat. “Ulama harus bisa menjaga diri dari sesuatu yang sumbernya tidak jelas, sebab bila tidak, nanti agama bisa diperjualbelikan, yang Halal bisa jadi yang Haram, yang Haram bisa yang Halal, yang Haq bisa jadi yang Bathil, yang Bathil bisa jadi Haq, bisa menjadi Ulama Su’ nantinya”. Nasihat Habib Hanif Alathos kepada jamaah yang hadir dalam acara Haul Habib Umar bin Abdurahman Alathos.

Sumber : pancawara.com