PKS soal Tes Baca Al-Quran: Tidak Wajib Tapi Baik Jika Diikuti


​pancawara.com – PKS ikut memberikan tanggapan soal undangan Ikatan Dai Aceh kepada pasanga capres-cawapes Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi untuk datang ke Aceh guna mengikuti tes kemampuan baca Al-Quran. Menurut Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, tes baca Al-Quran untuk capres merupakan sebuah imbauan dan dapat dipertimbangkan oleh KPU.

“Sebagai imbauan permintaan Dai Aceh dapat dipertimbangkan mengingat memang mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam,” kata Mardani saat dikonfirmasi, Minggu (30/12).

Mardani menambahkan, selama KPU dan undang-undang belum memasukkan tes baca Al-Quran dalam format pendaftaran maupun kelayakan capres, maka tidak wajib para capres-cawapres untuk mengikuti tes tersebut. Namun meski demikan, Mardani menilai sebaiknya masing-masing capres-cawapres dapat mengikuti tes tersebut.

“Tapi selama dalam UU dan aturan KPU tidak menjadi syarat maka itu sebatas himbauan. Namanya himbauan baik jika diikuti. Tapi jika tidak, tidk ada sangsi juga,” ucapnya.


Ikatan Dai Aceh berencana akan mengirim surat kepada capres Jokowi-Ma’ruf hingga Prabowo-Sandi untuk datang ke Aceh guna mengikuti tes kemampuan baca Al-Quran. Undangan tersebut dikirimkan untuk mengakhiri polemik siapa calon yang pantas maju dan dipilih sesuai dengan kriteria pemimpin islam.

Tes uji kemampuan baca Al-Quran itu rencananya bakal diselenggarakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada tanggal 15 Januari 2019 mendatang. Ikatan Dai Aceh akan segera membentuk panitia pelaksana dan tim uji kemampuan baca Al-Quran yang akan diisi oleh para ulama sepuh Aceh.

“Tes baca Al-Quran ini juga untuk mengakhiri polemik tentang siapa figur capres dan cawapres yang paling menguasai dan memahami baca tulis Al-Quran. Mengingat akhir-akhir ini kampanye saling menghujat atas kemampuan dasar beragama Islam lebih mengemuka ketimbang menonjolkan kampanye programatik untuk menarik pemilih,” kata Ketua Ikatan Da’I Aceh, Tgk Marsyuddin Ishaq, dalam keterangannya kepada kumparan Sabtu (29/12).


Marsyuddin menjelaskan, materi uji tes nantinya masing-masing calon akan dites membaca Surat Al-Fatihah, dan satu surat lainnya yang diambil secara acak. Kepada para calon kandidat atas kesediaannya mengikuti tes uji kemampuan baca Al-Quran paling telat diterima panitia tanggal 08 Januari 2019.

Kemudian sehari setelahnya panitia akan mengumumkan kembali kandidat mana saja yang sudah menyatakan kesediaannya mengikuti tes uji kemampuan baca Al-Quran.

Marsyuddin mengatakan, keislaman seorang pemimpin sangat penting sebab menjadi presiden berarti menjadi imam bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikatan Da’i Aceh sebagai organisasi yang mengkhususkan diri pada pengembangan dakwah dan syiar Islam hendak turut serta mengambil peran dalam pesta demokrasi kali ini.

Sumber : kumparan.com