Oktober 1945 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sawal – Sela 1876 Ehe. Tanggal 1 Oktober jatuh pada Senin Legi (neptu 9), atau 24 Sawal 1876. Bulan Sela dimulai Minggu Pahing, 7 Oktober.

‹

Oktober 1945Sawal – Sela 1876 Ehe

›
Kalender Oktober 1945 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Oktober 1945

  1. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 4 Oktober 1945.

  2. Awal bulan Sela 1876

    Tanggal 1 Sela jatuh pada Minggu Pahing.

  3. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 29 Oktober 1945.

Weton setiap tanggal di Oktober 1945

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Senin Legi924 Sawal 1876
Selasa Pahing1225 Sawal 1876
Rabu Pon1426 Sawal 1876
Kamis Wage1227 Sawal 1876
Jumat Kliwon1428 Sawal 1876
Sabtu Legi1429 Sawal 1876
Minggu Pahing141 Sela 1876
Senin Pon112 Sela 1876
Selasa Wage73 Sela 1876
Rabu Kliwon154 Sela 1876
Kamis Legi135 Sela 1876
Jumat Pahing156 Sela 1876
Sabtu Pon167 Sela 1876
Minggu Wage98 Sela 1876
Senin Kliwon129 Sela 1876
Selasa Legi810 Sela 1876
Rabu Pahing1611 Sela 1876
Kamis Pon1512 Sela 1876
Jumat Wage1013 Sela 1876
Sabtu Kliwon1714 Sela 1876
Minggu Legi1015 Sela 1876
Senin Pahing1316 Sela 1876
Selasa Pon1017 Sela 1876
Rabu Wage1118 Sela 1876
Kamis Kliwon1619 Sela 1876
Jumat Legi1120 Sela 1876
Sabtu Pahing1821 Sela 1876
Minggu Pon1222 Sela 1876
Senin Wage823 Sela 1876
Selasa Kliwon1124 Sela 1876
Rabu Legi1225 Sela 1876

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.