Oktober 1946 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sela – Besar 1877 Jimawal. Tanggal 1 Oktober jatuh pada Selasa Legi (neptu 8), atau 5 Sela 1877. Bulan Besar dimulai Minggu Pahing, 27 Oktober.

‹

Oktober 1946Sela – Besar 1877 Jimawal

›
Kalender Oktober 1946 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Oktober 1946

  1. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 14 Oktober 1946.

  2. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 24 Oktober 1946.

  3. Awal bulan Besar 1877

    Tanggal 1 Besar jatuh pada Minggu Pahing.

Weton setiap tanggal di Oktober 1946

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Selasa Legi85 Sela 1877
Rabu Pahing166 Sela 1877
Kamis Pon157 Sela 1877
Jumat Wage108 Sela 1877
Sabtu Kliwon179 Sela 1877
Minggu Legi1010 Sela 1877
Senin Pahing1311 Sela 1877
Selasa Pon1012 Sela 1877
Rabu Wage1113 Sela 1877
Kamis Kliwon1614 Sela 1877
Jumat Legi1115 Sela 1877
Sabtu Pahing1816 Sela 1877
Minggu Pon1217 Sela 1877
Senin Wage818 Sela 1877
Selasa Kliwon1119 Sela 1877
Rabu Legi1220 Sela 1877
Kamis Pahing1721 Sela 1877
Jumat Pon1322 Sela 1877
Sabtu Wage1323 Sela 1877
Minggu Kliwon1324 Sela 1877
Senin Legi925 Sela 1877
Selasa Pahing1226 Sela 1877
Rabu Pon1427 Sela 1877
Kamis Wage1228 Sela 1877
Jumat Kliwon1429 Sela 1877
Sabtu Legi1430 Sela 1877
Minggu Pahing141 Besar 1877
Senin Pon112 Besar 1877
Selasa Wage73 Besar 1877
Rabu Kliwon154 Besar 1877
Kamis Legi135 Besar 1877

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.