Oktober 1956 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sapar – Mulud 1888 Be. Tanggal 1 Oktober jatuh pada Senin Wage (neptu 8), atau 25 Sapar 1888. Bulan Mulud dimulai Sabtu Wage, 6 Oktober.

‹

Oktober 1956Sapar – Mulud 1888 Be

›
Kalender Oktober 1956 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Oktober 1956

  1. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 1 Oktober 1956.

  2. Awal bulan Mulud 1888

    Tanggal 1 Mulud jatuh pada Sabtu Wage.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 11 Oktober 1956.

  4. Garebeg Mulud

    Tanggal 12 Mulud, hari peringatan Maulid yang dirayakan keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Weton setiap tanggal di Oktober 1956

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Senin Wage825 Sapar 1888
Selasa Kliwon1126 Sapar 1888
Rabu Legi1227 Sapar 1888
Kamis Pahing1728 Sapar 1888
Jumat Pon1329 Sapar 1888
Sabtu Wage131 Mulud 1888
Minggu Kliwon132 Mulud 1888
Senin Legi93 Mulud 1888
Selasa Pahing124 Mulud 1888
Rabu Pon145 Mulud 1888
Kamis Wage126 Mulud 1888
Jumat Kliwon147 Mulud 1888
Sabtu Legi148 Mulud 1888
Minggu Pahing149 Mulud 1888
Senin Pon1110 Mulud 1888
Selasa Wage711 Mulud 1888
Rabu Kliwon1512 Mulud 1888
Kamis Legi1313 Mulud 1888
Jumat Pahing1514 Mulud 1888
Sabtu Pon1615 Mulud 1888
Minggu Wage916 Mulud 1888
Senin Kliwon1217 Mulud 1888
Selasa Legi818 Mulud 1888
Rabu Pahing1619 Mulud 1888
Kamis Pon1520 Mulud 1888
Jumat Wage1021 Mulud 1888
Sabtu Kliwon1722 Mulud 1888
Minggu Legi1023 Mulud 1888
Senin Pahing1324 Mulud 1888
Selasa Pon1025 Mulud 1888
Rabu Wage1126 Mulud 1888

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.