Oktober 2016 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Besar 1949 Jimawal – Sura 1950 Je. Tanggal 1 Oktober jatuh pada Sabtu Wage (neptu 13), atau 28 Besar 1949. Bulan Sura dimulai Senin Legi, 3 Oktober.

‹

Oktober 2016Besar 1949 Jimawal – Sura 1950 Je

›
Kalender Oktober 2016 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Oktober 2016

  1. Tahun baru Jawa, 1 Sura 1950 Je

    Malam 1 Sura (malam Suro) jatuh pada Minggu malam, 2 Oktober 2016.

  2. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 6 Oktober 2016.

Weton setiap tanggal di Oktober 2016

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Sabtu Wage1328 Besar 1949
Minggu Kliwon1329 Besar 1949
Senin Legi91 Sura 1950
Selasa Pahing122 Sura 1950
Rabu Pon143 Sura 1950
Kamis Wage124 Sura 1950
Jumat Kliwon145 Sura 1950
Sabtu Legi146 Sura 1950
Minggu Pahing147 Sura 1950
Senin Pon118 Sura 1950
Selasa Wage79 Sura 1950
Rabu Kliwon1510 Sura 1950
Kamis Legi1311 Sura 1950
Jumat Pahing1512 Sura 1950
Sabtu Pon1613 Sura 1950
Minggu Wage914 Sura 1950
Senin Kliwon1215 Sura 1950
Selasa Legi816 Sura 1950
Rabu Pahing1617 Sura 1950
Kamis Pon1518 Sura 1950
Jumat Wage1019 Sura 1950
Sabtu Kliwon1720 Sura 1950
Minggu Legi1021 Sura 1950
Senin Pahing1322 Sura 1950
Selasa Pon1023 Sura 1950
Rabu Wage1124 Sura 1950
Kamis Kliwon1625 Sura 1950
Jumat Legi1126 Sura 1950
Sabtu Pahing1827 Sura 1950
Minggu Pon1228 Sura 1950
Senin Wage829 Sura 1950

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.