Artis, Prostitusi dan Gaya Hidup


pancawara.com – Lagi-lagi dunia hiburan tanah air dibikin kaget. Kali ini karena tertangkapnya artis dan model yang dikabarkan terlibat dalam prostitusi online melakukan perbuatan asusila sebagai mata pencaharian dan media sosial sebagai alat untuk membantu bernegosiasi harga dan tempat dilakukannya perbuatan asusila tersebut.

Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap kasus prostitusi daring atau online pada Sabtu siang pukul 12.30 WIB, diperiksa hingga Minggu pagi (6/1).

Polisi mengamankan artis FTV yaitu Vanessa Angel dan seorang model bernama Avriellia Shaqqila. Artis dan model tersebut diduga dibayar Rp 80 Juta dan Rp 25 juta untuk sekali kencan.

Saat kami datang, dia sedang berhubungan dengan laki-laki yang bukan suaminya di hotel,” kata Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Sabtu (5/1/2019), seperti yang dikutip detikcom.

Sementara itu, Avriellia Shaqqila ditangkap saat sedang perjalanan menuju hotel. Harissandi menambahkan saat penangkapan di hotel, Avriellia memang belum sampai. “Dia masih perjalanan menuju hotel,” ungkap Harissandi.


Maraknya fenomena artis yang terlibat kasus prostitusi membuat banyak orang merasa heran, mengapa para artis nekat menjajakan diri?
Bukankah pendapatannya sebagai artis bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta?
Maraknya prostitusi online yang menjerat para selebriti disebabkan lantaran gaya hidup yang glamor dan hedonis.

Ketika seseorang memiliki keingingan-keinginan yang banyak dan keinginan untuk hidup dalam gaya yang glamor serta hedonis di dalam keterbatasannya, disitulah mereka terjerembab ke dunia prostitusi.

Tahun 2015 juga pernah ada beberapa artis papan atas yang terjerat kasus prostitusi online, diantaranya adalah Nikita Mirzani dan Puty Revita.
Sosiolog menilai, gaya hidup konsumeristik di kota metropolitan menjadi salah satu faktor tak terbendungnya praktik pelacuran papan atas tersebut.

Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Musni Umar mengatakan maraknya perdagangan seks komersial artis tak lepas dari tuntutan kehidupan glamor yang kerap tidak diikuti dengan penghasilan memadai.

Artis-artis ini selalu tergoda untuk hidup dalam kemewahan. Padahal, tidak tiap hari mereka ini mendapatkan job dan menghasilkan uang banyak. Maka, untuk memenuhi kebiasaannya itu, mereka pun akhirnya berkecimpung di dunia prostitusi itu”, seperti yang dikutip dari dw.com.