September 1947 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sawal – Sela 1878 Je. Tanggal 1 September jatuh pada Senin Legi (neptu 9), atau 15 Sawal 1878. Bulan Sela dimulai Selasa Legi, 16 September.

‹

September 1947Sawal – Sela 1878 Je

›
Kalender September 1947 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di September 1947

  1. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 4 September 1947.

  2. Awal bulan Sela 1878

    Tanggal 1 Sela jatuh pada Selasa Legi.

  3. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 29 September 1947.

Weton setiap tanggal di September 1947

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Senin Legi915 Sawal 1878
Selasa Pahing1216 Sawal 1878
Rabu Pon1417 Sawal 1878
Kamis Wage1218 Sawal 1878
Jumat Kliwon1419 Sawal 1878
Sabtu Legi1420 Sawal 1878
Minggu Pahing1421 Sawal 1878
Senin Pon1122 Sawal 1878
Selasa Wage723 Sawal 1878
Rabu Kliwon1524 Sawal 1878
Kamis Legi1325 Sawal 1878
Jumat Pahing1526 Sawal 1878
Sabtu Pon1627 Sawal 1878
Minggu Wage928 Sawal 1878
Senin Kliwon1229 Sawal 1878
Selasa Legi81 Sela 1878
Rabu Pahing162 Sela 1878
Kamis Pon153 Sela 1878
Jumat Wage104 Sela 1878
Sabtu Kliwon175 Sela 1878
Minggu Legi106 Sela 1878
Senin Pahing137 Sela 1878
Selasa Pon108 Sela 1878
Rabu Wage119 Sela 1878
Kamis Kliwon1610 Sela 1878
Jumat Legi1111 Sela 1878
Sabtu Pahing1812 Sela 1878
Minggu Pon1213 Sela 1878
Senin Wage814 Sela 1878
Selasa Kliwon1115 Sela 1878

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.