September 2034 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Jumadilakhir – Rejeb 1968 Be. Tanggal 1 September jatuh pada Jumat Pon (neptu 13), atau 16 Jumadilakhir 1968. Bulan Rejeb dimulai Jumat Pahing, 15 September.

‹

September 2034Jumadilakhir – Rejeb 1968 Be

›
Kalender September 2034 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di September 2034

  1. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 7 September 2034.

  2. Awal bulan Rejeb 1968

    Tanggal 1 Rejeb jatuh pada Jumat Pahing.

Weton setiap tanggal di September 2034

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Jumat Pon1316 Jumadilakhir 1968
Sabtu Wage1317 Jumadilakhir 1968
Minggu Kliwon1318 Jumadilakhir 1968
Senin Legi919 Jumadilakhir 1968
Selasa Pahing1220 Jumadilakhir 1968
Rabu Pon1421 Jumadilakhir 1968
Kamis Wage1222 Jumadilakhir 1968
Jumat Kliwon1423 Jumadilakhir 1968
Sabtu Legi1424 Jumadilakhir 1968
Minggu Pahing1425 Jumadilakhir 1968
Senin Pon1126 Jumadilakhir 1968
Selasa Wage727 Jumadilakhir 1968
Rabu Kliwon1528 Jumadilakhir 1968
Kamis Legi1329 Jumadilakhir 1968
Jumat Pahing151 Rejeb 1968
Sabtu Pon162 Rejeb 1968
Minggu Wage93 Rejeb 1968
Senin Kliwon124 Rejeb 1968
Selasa Legi85 Rejeb 1968
Rabu Pahing166 Rejeb 1968
Kamis Pon157 Rejeb 1968
Jumat Wage108 Rejeb 1968
Sabtu Kliwon179 Rejeb 1968
Minggu Legi1010 Rejeb 1968
Senin Pahing1311 Rejeb 1968
Selasa Pon1012 Rejeb 1968
Rabu Wage1113 Rejeb 1968
Kamis Kliwon1614 Rejeb 1968
Jumat Legi1115 Rejeb 1968
Sabtu Pahing1816 Rejeb 1968

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.