Agustus 1950 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sawal – Sela 1881 Wawu. Tanggal 1 Agustus jatuh pada Selasa Legi (neptu 8), atau 17 Sawal 1881. Bulan Sela dimulai Senin Wage, 14 Agustus.

‹

Agustus 1950Sawal – Sela 1881 Wawu

›
Kalender Agustus 1950 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Agustus 1950

  1. Awal bulan Sela 1881

    Tanggal 1 Sela jatuh pada Senin Wage.

  2. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 14 Agustus 1950.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 24 Agustus 1950.

Weton setiap tanggal di Agustus 1950

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Selasa Legi817 Sawal 1881
Rabu Pahing1618 Sawal 1881
Kamis Pon1519 Sawal 1881
Jumat Wage1020 Sawal 1881
Sabtu Kliwon1721 Sawal 1881
Minggu Legi1022 Sawal 1881
Senin Pahing1323 Sawal 1881
Selasa Pon1024 Sawal 1881
Rabu Wage1125 Sawal 1881
Kamis Kliwon1626 Sawal 1881
Jumat Legi1127 Sawal 1881
Sabtu Pahing1828 Sawal 1881
Minggu Pon1229 Sawal 1881
Senin Wage81 Sela 1881
Selasa Kliwon112 Sela 1881
Rabu Legi123 Sela 1881
Kamis Pahing174 Sela 1881
Jumat Pon135 Sela 1881
Sabtu Wage136 Sela 1881
Minggu Kliwon137 Sela 1881
Senin Legi98 Sela 1881
Selasa Pahing129 Sela 1881
Rabu Pon1410 Sela 1881
Kamis Wage1211 Sela 1881
Jumat Kliwon1412 Sela 1881
Sabtu Legi1413 Sela 1881
Minggu Pahing1414 Sela 1881
Senin Pon1115 Sela 1881
Selasa Wage716 Sela 1881
Rabu Kliwon1517 Sela 1881
Kamis Legi1318 Sela 1881

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.