September 1950 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sela – Besar 1881 Wawu. Tanggal 1 September jatuh pada Jumat Pahing (neptu 15), atau 19 Sela 1881. Bulan Besar dimulai Rabu Wage, 13 September.

‹

September 1950Sela – Besar 1881 Wawu

›
Kalender September 1950 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di September 1950

  1. Awal bulan Besar 1881

    Tanggal 1 Besar jatuh pada Rabu Wage.

  2. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 18 September 1950.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 28 September 1950.

Weton setiap tanggal di September 1950

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Jumat Pahing1519 Sela 1881
Sabtu Pon1620 Sela 1881
Minggu Wage921 Sela 1881
Senin Kliwon1222 Sela 1881
Selasa Legi823 Sela 1881
Rabu Pahing1624 Sela 1881
Kamis Pon1525 Sela 1881
Jumat Wage1026 Sela 1881
Sabtu Kliwon1727 Sela 1881
Minggu Legi1028 Sela 1881
Senin Pahing1329 Sela 1881
Selasa Pon1030 Sela 1881
Rabu Wage111 Besar 1881
Kamis Kliwon162 Besar 1881
Jumat Legi113 Besar 1881
Sabtu Pahing184 Besar 1881
Minggu Pon125 Besar 1881
Senin Wage86 Besar 1881
Selasa Kliwon117 Besar 1881
Rabu Legi128 Besar 1881
Kamis Pahing179 Besar 1881
Jumat Pon1310 Besar 1881
Sabtu Wage1311 Besar 1881
Minggu Kliwon1312 Besar 1881
Senin Legi913 Besar 1881
Selasa Pahing1214 Besar 1881
Rabu Pon1415 Besar 1881
Kamis Wage1216 Besar 1881
Jumat Kliwon1417 Besar 1881
Sabtu Legi1418 Besar 1881

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.