April 1967 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Besar 1898 Jimakir – Sura 1899 Alip. Tanggal 1 April jatuh pada Sabtu Pon (neptu 16), atau 21 Besar 1898. Bulan Sura dimulai Selasa Pon, 11 April.

‹

April 1967Besar 1898 Jimakir – Sura 1899 Alip

›
Kalender April 1967 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di April 1967

  1. Tahun baru Jawa, 1 Sura 1899 Alip

    Malam 1 Sura (malam Suro) jatuh pada Senin malam, 10 April 1967.

  2. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 17 April 1967.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 27 April 1967.

Weton setiap tanggal di April 1967

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Sabtu Pon1621 Besar 1898
Minggu Wage922 Besar 1898
Senin Kliwon1223 Besar 1898
Selasa Legi824 Besar 1898
Rabu Pahing1625 Besar 1898
Kamis Pon1526 Besar 1898
Jumat Wage1027 Besar 1898
Sabtu Kliwon1728 Besar 1898
Minggu Legi1029 Besar 1898
Senin Pahing1330 Besar 1898
Selasa Pon101 Sura 1899
Rabu Wage112 Sura 1899
Kamis Kliwon163 Sura 1899
Jumat Legi114 Sura 1899
Sabtu Pahing185 Sura 1899
Minggu Pon126 Sura 1899
Senin Wage87 Sura 1899
Selasa Kliwon118 Sura 1899
Rabu Legi129 Sura 1899
Kamis Pahing1710 Sura 1899
Jumat Pon1311 Sura 1899
Sabtu Wage1312 Sura 1899
Minggu Kliwon1313 Sura 1899
Senin Legi914 Sura 1899
Selasa Pahing1215 Sura 1899
Rabu Pon1416 Sura 1899
Kamis Wage1217 Sura 1899
Jumat Kliwon1418 Sura 1899
Sabtu Legi1419 Sura 1899
Minggu Pahing1420 Sura 1899

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.