Maret 1967 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sela – Besar 1898 Jimakir. Tanggal 1 Maret jatuh pada Rabu Pahing (neptu 16), atau 20 Sela 1898. Bulan Besar dimulai Minggu Pon, 12 Maret.

‹

Maret 1967Sela – Besar 1898 Jimakir

›
Kalender Maret 1967 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Maret 1967

  1. Awal bulan Besar 1898

    Tanggal 1 Besar jatuh pada Minggu Pon.

  2. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 13 Maret 1967.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 23 Maret 1967.

Weton setiap tanggal di Maret 1967

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Rabu Pahing1620 Sela 1898
Kamis Pon1521 Sela 1898
Jumat Wage1022 Sela 1898
Sabtu Kliwon1723 Sela 1898
Minggu Legi1024 Sela 1898
Senin Pahing1325 Sela 1898
Selasa Pon1026 Sela 1898
Rabu Wage1127 Sela 1898
Kamis Kliwon1628 Sela 1898
Jumat Legi1129 Sela 1898
Sabtu Pahing1830 Sela 1898
Minggu Pon121 Besar 1898
Senin Wage82 Besar 1898
Selasa Kliwon113 Besar 1898
Rabu Legi124 Besar 1898
Kamis Pahing175 Besar 1898
Jumat Pon136 Besar 1898
Sabtu Wage137 Besar 1898
Minggu Kliwon138 Besar 1898
Senin Legi99 Besar 1898
Selasa Pahing1210 Besar 1898
Rabu Pon1411 Besar 1898
Kamis Wage1212 Besar 1898
Jumat Kliwon1413 Besar 1898
Sabtu Legi1414 Besar 1898
Minggu Pahing1415 Besar 1898
Senin Pon1116 Besar 1898
Selasa Wage717 Besar 1898
Rabu Kliwon1518 Besar 1898
Kamis Legi1319 Besar 1898
Jumat Pahing1520 Besar 1898

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.