Desember 2004 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sawal – Sela 1937 Wawu. Tanggal 1 Desember jatuh pada Rabu Pahing (neptu 16), atau 18 Sawal 1937. Bulan Sela dimulai Senin Wage, 13 Desember.

‹

Desember 2004Sawal – Sela 1937 Wawu

›
Kalender Desember 2004 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Desember 2004

  1. Awal bulan Sela 1937

    Tanggal 1 Sela jatuh pada Senin Wage.

  2. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 13 Desember 2004.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 23 Desember 2004.

Weton setiap tanggal di Desember 2004

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Rabu Pahing1618 Sawal 1937
Kamis Pon1519 Sawal 1937
Jumat Wage1020 Sawal 1937
Sabtu Kliwon1721 Sawal 1937
Minggu Legi1022 Sawal 1937
Senin Pahing1323 Sawal 1937
Selasa Pon1024 Sawal 1937
Rabu Wage1125 Sawal 1937
Kamis Kliwon1626 Sawal 1937
Jumat Legi1127 Sawal 1937
Sabtu Pahing1828 Sawal 1937
Minggu Pon1229 Sawal 1937
Senin Wage81 Sela 1937
Selasa Kliwon112 Sela 1937
Rabu Legi123 Sela 1937
Kamis Pahing174 Sela 1937
Jumat Pon135 Sela 1937
Sabtu Wage136 Sela 1937
Minggu Kliwon137 Sela 1937
Senin Legi98 Sela 1937
Selasa Pahing129 Sela 1937
Rabu Pon1410 Sela 1937
Kamis Wage1211 Sela 1937
Jumat Kliwon1412 Sela 1937
Sabtu Legi1413 Sela 1937
Minggu Pahing1414 Sela 1937
Senin Pon1115 Sela 1937
Selasa Wage716 Sela 1937
Rabu Kliwon1517 Sela 1937
Kamis Legi1318 Sela 1937
Jumat Pahing1519 Sela 1937

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.