Februari 1956 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Jumadilakhir – Rejeb 1887 Dal. Tanggal 1 Februari jatuh pada Rabu Legi (neptu 12), atau 19 Jumadilakhir 1887. Bulan Rejeb dimulai Minggu Pahing, 12 Februari.

‹

Februari 1956Jumadilakhir – Rejeb 1887 Dal

›
Kalender Februari 1956 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Februari 1956

  1. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 9 Februari 1956.

  2. Awal bulan Rejeb 1887

    Tanggal 1 Rejeb jatuh pada Minggu Pahing.

Weton setiap tanggal di Februari 1956

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Rabu Legi1219 Jumadilakhir 1887
Kamis Pahing1720 Jumadilakhir 1887
Jumat Pon1321 Jumadilakhir 1887
Sabtu Wage1322 Jumadilakhir 1887
Minggu Kliwon1323 Jumadilakhir 1887
Senin Legi924 Jumadilakhir 1887
Selasa Pahing1225 Jumadilakhir 1887
Rabu Pon1426 Jumadilakhir 1887
Kamis Wage1227 Jumadilakhir 1887
Jumat Kliwon1428 Jumadilakhir 1887
Sabtu Legi1429 Jumadilakhir 1887
Minggu Pahing141 Rejeb 1887
Senin Pon112 Rejeb 1887
Selasa Wage73 Rejeb 1887
Rabu Kliwon154 Rejeb 1887
Kamis Legi135 Rejeb 1887
Jumat Pahing156 Rejeb 1887
Sabtu Pon167 Rejeb 1887
Minggu Wage98 Rejeb 1887
Senin Kliwon129 Rejeb 1887
Selasa Legi810 Rejeb 1887
Rabu Pahing1611 Rejeb 1887
Kamis Pon1512 Rejeb 1887
Jumat Wage1013 Rejeb 1887
Sabtu Kliwon1714 Rejeb 1887
Minggu Legi1015 Rejeb 1887
Senin Pahing1316 Rejeb 1887
Selasa Pon1017 Rejeb 1887
Rabu Wage1118 Rejeb 1887

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.