Januari 2038 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sela – Besar 1971 Alip. Tanggal 1 Januari jatuh pada Jumat Legi (neptu 11), atau 24 Sela 1971. Bulan Besar dimulai Jumat Pon, 8 Januari.

‹

Januari 2038Sela – Besar 1971 Alip

›
Kalender Januari 2038 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Januari 2038

  1. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 4 Januari 2038.

  2. Awal bulan Besar 1971

    Tanggal 1 Besar jatuh pada Jumat Pon.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 14 Januari 2038.

Weton setiap tanggal di Januari 2038

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Jumat Legi1124 Sela 1971
Sabtu Pahing1825 Sela 1971
Minggu Pon1226 Sela 1971
Senin Wage827 Sela 1971
Selasa Kliwon1128 Sela 1971
Rabu Legi1229 Sela 1971
Kamis Pahing1730 Sela 1971
Jumat Pon131 Besar 1971
Sabtu Wage132 Besar 1971
Minggu Kliwon133 Besar 1971
Senin Legi94 Besar 1971
Selasa Pahing125 Besar 1971
Rabu Pon146 Besar 1971
Kamis Wage127 Besar 1971
Jumat Kliwon148 Besar 1971
Sabtu Legi149 Besar 1971
Minggu Pahing1410 Besar 1971
Senin Pon1111 Besar 1971
Selasa Wage712 Besar 1971
Rabu Kliwon1513 Besar 1971
Kamis Legi1314 Besar 1971
Jumat Pahing1515 Besar 1971
Sabtu Pon1616 Besar 1971
Minggu Wage917 Besar 1971
Senin Kliwon1218 Besar 1971
Selasa Legi819 Besar 1971
Rabu Pahing1620 Besar 1971
Kamis Pon1521 Besar 1971
Jumat Wage1022 Besar 1971
Sabtu Kliwon1723 Besar 1971
Minggu Legi1024 Besar 1971

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.