Juli 1974 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Jumadilakhir – Rejeb 1906 Jimakir. Tanggal 1 Juli jatuh pada Senin Legi (neptu 9), atau 11 Jumadilakhir 1906. Bulan Rejeb dimulai Sabtu Kliwon, 20 Juli.

‹

Juli 1974Jumadilakhir – Rejeb 1906 Jimakir

›
Kalender Juli 1974 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Juli 1974

  1. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 4 Juli 1974.

  2. Awal bulan Rejeb 1906

    Tanggal 1 Rejeb jatuh pada Sabtu Kliwon.

  3. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 29 Juli 1974.

Weton setiap tanggal di Juli 1974

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Senin Legi911 Jumadilakhir 1906
Selasa Pahing1212 Jumadilakhir 1906
Rabu Pon1413 Jumadilakhir 1906
Kamis Wage1214 Jumadilakhir 1906
Jumat Kliwon1415 Jumadilakhir 1906
Sabtu Legi1416 Jumadilakhir 1906
Minggu Pahing1417 Jumadilakhir 1906
Senin Pon1118 Jumadilakhir 1906
Selasa Wage719 Jumadilakhir 1906
Rabu Kliwon1520 Jumadilakhir 1906
Kamis Legi1321 Jumadilakhir 1906
Jumat Pahing1522 Jumadilakhir 1906
Sabtu Pon1623 Jumadilakhir 1906
Minggu Wage924 Jumadilakhir 1906
Senin Kliwon1225 Jumadilakhir 1906
Selasa Legi826 Jumadilakhir 1906
Rabu Pahing1627 Jumadilakhir 1906
Kamis Pon1528 Jumadilakhir 1906
Jumat Wage1029 Jumadilakhir 1906
Sabtu Kliwon171 Rejeb 1906
Minggu Legi102 Rejeb 1906
Senin Pahing133 Rejeb 1906
Selasa Pon104 Rejeb 1906
Rabu Wage115 Rejeb 1906
Kamis Kliwon166 Rejeb 1906
Jumat Legi117 Rejeb 1906
Sabtu Pahing188 Rejeb 1906
Minggu Pon129 Rejeb 1906
Senin Wage810 Rejeb 1906
Selasa Kliwon1111 Rejeb 1906
Rabu Legi1212 Rejeb 1906

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.