September 1964 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Bakda Mulud – Jumadilawal 1896 Be. Tanggal 1 September jatuh pada Selasa Legi (neptu 8), atau 23 Bakda Mulud 1896. Bulan Jumadilawal dimulai Selasa Pon, 8 September.

‹

September 1964Bakda Mulud – Jumadilawal 1896 Be

›
Kalender September 1964 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di September 1964

  1. Awal bulan Jumadilawal 1896

    Tanggal 1 Jumadilawal jatuh pada Selasa Pon.

  2. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 14 September 1964.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 24 September 1964.

Weton setiap tanggal di September 1964

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Selasa Legi823 Bakda Mulud 1896
Rabu Pahing1624 Bakda Mulud 1896
Kamis Pon1525 Bakda Mulud 1896
Jumat Wage1026 Bakda Mulud 1896
Sabtu Kliwon1727 Bakda Mulud 1896
Minggu Legi1028 Bakda Mulud 1896
Senin Pahing1329 Bakda Mulud 1896
Selasa Pon101 Jumadilawal 1896
Rabu Wage112 Jumadilawal 1896
Kamis Kliwon163 Jumadilawal 1896
Jumat Legi114 Jumadilawal 1896
Sabtu Pahing185 Jumadilawal 1896
Minggu Pon126 Jumadilawal 1896
Senin Wage87 Jumadilawal 1896
Selasa Kliwon118 Jumadilawal 1896
Rabu Legi129 Jumadilawal 1896
Kamis Pahing1710 Jumadilawal 1896
Jumat Pon1311 Jumadilawal 1896
Sabtu Wage1312 Jumadilawal 1896
Minggu Kliwon1313 Jumadilawal 1896
Senin Legi914 Jumadilawal 1896
Selasa Pahing1215 Jumadilawal 1896
Rabu Pon1416 Jumadilawal 1896
Kamis Wage1217 Jumadilawal 1896
Jumat Kliwon1418 Jumadilawal 1896
Sabtu Legi1419 Jumadilawal 1896
Minggu Pahing1420 Jumadilawal 1896
Senin Pon1121 Jumadilawal 1896
Selasa Wage722 Jumadilawal 1896
Rabu Kliwon1523 Jumadilawal 1896

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.