September 1984 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Besar 1916 Ehe – Sura 1917 Jimawal. Tanggal 1 September jatuh pada Sabtu Legi (neptu 14), atau 5 Besar 1916. Bulan Sura dimulai Kamis Pahing, 27 September.

‹

September 1984Besar 1916 Ehe – Sura 1917 Jimawal

›
Kalender September 1984 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di September 1984

  1. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 24 September 1984.

  2. Tahun baru Jawa, 1 Sura 1917 Jimawal

    Malam 1 Sura (malam Suro) jatuh pada Rabu malam, 26 September 1984.

Weton setiap tanggal di September 1984

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Sabtu Legi145 Besar 1916
Minggu Pahing146 Besar 1916
Senin Pon117 Besar 1916
Selasa Wage78 Besar 1916
Rabu Kliwon159 Besar 1916
Kamis Legi1310 Besar 1916
Jumat Pahing1511 Besar 1916
Sabtu Pon1612 Besar 1916
Minggu Wage913 Besar 1916
Senin Kliwon1214 Besar 1916
Selasa Legi815 Besar 1916
Rabu Pahing1616 Besar 1916
Kamis Pon1517 Besar 1916
Jumat Wage1018 Besar 1916
Sabtu Kliwon1719 Besar 1916
Minggu Legi1020 Besar 1916
Senin Pahing1321 Besar 1916
Selasa Pon1022 Besar 1916
Rabu Wage1123 Besar 1916
Kamis Kliwon1624 Besar 1916
Jumat Legi1125 Besar 1916
Sabtu Pahing1826 Besar 1916
Minggu Pon1227 Besar 1916
Senin Wage828 Besar 1916
Selasa Kliwon1129 Besar 1916
Rabu Legi1230 Besar 1916
Kamis Pahing171 Sura 1917
Jumat Pon132 Sura 1917
Sabtu Wage133 Sura 1917
Minggu Kliwon134 Sura 1917

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.