Juni 1959 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Sela – Besar 1890 Jimakir. Tanggal 1 Juni jatuh pada Senin Pahing (neptu 13), atau 25 Sela 1890. Bulan Besar dimulai Minggu Pon, 7 Juni.

‹

Juni 1959Sela – Besar 1890 Jimakir

›
Kalender Juni 1959 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Pilih tanggal untuk membuka detail weton dan neptunya.

Hari penting Jawa di Juni 1959

  1. Awal bulan Besar 1890

    Tanggal 1 Besar jatuh pada Minggu Pon.

  2. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 8 Juni 1959.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 18 Juni 1959.

Weton setiap tanggal di Juni 1959

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Senin Pahing1325 Sela 1890
Selasa Pon1026 Sela 1890
Rabu Wage1127 Sela 1890
Kamis Kliwon1628 Sela 1890
Jumat Legi1129 Sela 1890
Sabtu Pahing1830 Sela 1890
Minggu Pon121 Besar 1890
Senin Wage82 Besar 1890
Selasa Kliwon113 Besar 1890
Rabu Legi124 Besar 1890
Kamis Pahing175 Besar 1890
Jumat Pon136 Besar 1890
Sabtu Wage137 Besar 1890
Minggu Kliwon138 Besar 1890
Senin Legi99 Besar 1890
Selasa Pahing1210 Besar 1890
Rabu Pon1411 Besar 1890
Kamis Wage1212 Besar 1890
Jumat Kliwon1413 Besar 1890
Sabtu Legi1414 Besar 1890
Minggu Pahing1415 Besar 1890
Senin Pon1116 Besar 1890
Selasa Wage717 Besar 1890
Rabu Kliwon1518 Besar 1890
Kamis Legi1319 Besar 1890
Jumat Pahing1520 Besar 1890
Sabtu Pon1621 Besar 1890
Minggu Wage922 Besar 1890
Senin Kliwon1223 Besar 1890
Selasa Legi824 Besar 1890

Membaca weton bersama Pancawara

Penanggalan Jawa mempertemukan dua siklus: tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Setiap tanggal Masehi memiliki pasangan keduanya, dan pasangan itulah yang disebut weton.

Neptu adalah penjumlahan nilai hari dan nilai pasaran. Angka ini dipakai dalam petungan seperti Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati, yang lazim dijadikan rujukan saat memilih hari untuk hajat atau pindah rumah.

Kapan hari berganti

Dalam penanggalan Jawa, hari berganti saat Magrib. Kalender Masehi berganti pada pukul 00.00. Kelahiran setelah Magrib karena itu dihitung masuk ke hari dan pasaran berikutnya.